An Unusual Idul Fitri

Allohuakbar, Allohuakbar, Allohuakbar walillailham..

Ini adalah kali pertama bagi saya, juga keluarga kecil saya tidak melaksanakan apa yang biasanya kami lakukan, yaitu mudik lebaran. Tidak sama seperti tahun-tahun lalu (ketika saya masih menjadi mahasiswi baru di tahun pertama dan kedua) saya pasti dan harus mudik untuk bertemu dengan orang tua. Dua tahun kemudian setelah saya dan orang tua pindah dan berdomisili di Bandung-pun, kami masih melaksanakan mudik/pulang kampung untuk berkumpul dengan kakek, nenek, dan sanak saudara lainnya di Palembang.
Di tahun-tahun kemarin-pun selain merasakan ramai-nya berkumpul dengan keluarga besar, saya juga selalu merasakan acara Buka Bersama dengan teman-teman SD, SMP, SMA yang ada di Palembang.

Namun, suasana terjadi begitu berbeda di tahun ini. Buka Bersama-pun hanya saya lakukan dengan teman-teman terdekat yang ada di Bandung saja. Kami sekeluarga-pun tidak berangkat mudik lebaran. Sungguh, hal ini terasa begitu berkebalikan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Setaun sudah semenjak saya (dan kami) ditinggal oleh kakek dan nenek. Tahun lalu, dimana ketika kami akan melaksanakan kegiatan seperti biasanya di bulan Ramadhan, kepergian kakek dirasa begitu tiba-tiba. Hal ini membuat kami sudah mulai merasa berat untuk menjalani hari-hari bulan Ramadhan. Hari demi hari di bukan Ramadhan yang dirasa cukup berat pun sudah terlewati, kini hanya menunggu beberapa hari lagi untuk merayakan hari Lebaran. Namun, kami-pun harus di-uji lagi dengan kepergian nenek kami. Sungguh hal ini bukan hal yang mudah bagi kami. Belum juga kering luka yang ada, tapi malah terjadi luka yang lain yang lebih mengiris hati.

Padahal seluruh anggota keluarga sudah lengkap berkumpul untuk berencana membuat foto keluarga yang baru sewaktu hari Lebaran tiba. Karna sudah lama rasanya kami tidak berfoto bersama, dengan kakek dan nenek pula tentunya. Namun, rencana itu hanyalah rencana seketika dimana kakek dan nenek telah terlebih dahulu pergi meninggalkan kami. Entah apa yang Tuhan rencanakan untuk kami. Entah apa Rahmat dan Hidayah dibalik semua ini. Tahun kemarin dirasakan menjadi titik balik dimana kami harus bertahan untuk menghadapi semua cobaan yang Tuhan limpahkan kepada kami.

Kini, di tahun ini, terasa begitu sepi bagi kami. Tidak ada euforia mudik, ataupun berkumpul dengan sanak saudara seperti tahun kemarin. Begitu pilu, begitu hikmat. Mungkin inilah cara lain yang Tuhan tunjukkan kepada kami untuk lebih meng-khusyuk-kan diri di hari Idul Fitri. Begitu banyak ilmu ikhlas yang kami rasakan, begitu banyak renungan yang kami lakukan. Tahun ini, kami berbeda.

Semoga rahmat dan hidayah selalu Alloh limpahkan kepada kita semua dan semoga kita menjadi semakin kuat atas segala cobaan dan ujian yang Alloh berikan kepada kita. Karna cobaan yang Alloh datangkan, tidak akan melampaui kemampuan yang kita miliki karna Alloh Maha Adil.

*kami sekeluarga tanpa kakek dan nenek*😥

Selamat Idul Fitri 1433 H

Semoga kita semua dapat meraih kemenangan dan kembali fitrah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s