untitledk2

Sinopsis Itazura Na Kiss 2 Episode 11 (With Cut Scenes)

Episode 11

Kiss Of Goodbye

Ibu sedang membaca buku tentang ramalan garis tangan. Ia pun mulai meramal garis tangan Kotoko.

JoinedPhotos.jpg

“Garis tanganmu menunjukkan bahwa kau hanya akan mencintai seorang laki-laki, dan menjadi istri yang baik dengan keluarga yang bahagia” jelas Ibu pada Kotoko.

Kotoko merasa senang, “ Ibu! Istri yang baik dan seorang ibu… benarkah?” tanya Kotoko.

“Tentu, Kotoko” jawab Ibu dengan senyum gembira.

JoinedPhotosm

Lalu, Yuki tidak sengaja Yuki melewati mereka berdua dan Kotoko  langsung memaksa Yuki untuk diramal oleh Ibu.

“Astaga! Ibu sudah meremehkanmu.” ucap Ibu yang membuat Kotoko dan Yuki heran.

“Yuki… Kali ini adalah kesempatanmu dalam hal percintaan. Kau akan segera bertemu dengan belahan jiwa mu ” lanjut Ibu bersemangat

Kotoko lalu mengingat gadis kemarin yang ia temui sedang berdiri didepan rumah dan langsung menerka bahwa gadis itulah orangnya. Ia lalu mulai mendeskripsikan tentang Konomi kepada Yuki. Sayangnya Yuki tidak mengenalnya. Semangat Kotoko tersebut membuat Ibu dan Yuki menjadi bingung.

vlcsnap-2015-11-18-20h46m24s515

Konomi, teman sekolah Yuki, yang ada di kelas F dengan berani mengatakan keinginannya untuk berteman dengan Yuki. Namun, persis dengan kakaknya yaitu Naoki, Yuki mengatakan “Aku tidak ingin punya teman bodoh dari kelas F”.

Screen Shot 2015-03-16 at 10.48.47 PM Screen Shot 2015-03-16 at 10.49.23 PM

Hal tersebut membuat Konomi shock lalu menceritakannya pada Kotoko.

Kotoko sekilas mengingat kejadian yang dialaminya dulu terhadap Naoki, lalu menyemangati Konomi untuk terus berusaha untuk mendapatkan hati Yuki. Namun Konomi merasa bahwa dengan mengungkapkan perasaannya saja itu sudah cukup dan mengatakan bahwa Yuki akan berteman dengannya jika Konomi masuk peringkat 100 teratas, karena Yuki tidak mau bertemen dengan orang yang bodoh.

                  Screen Shot 2015-03-16 at 10.49.51 PM Screen Shot 2015-03-16 at 10.50.13 PM

Mengingat pengalamannya dahulu yang pernah berhasil memasuki peringkat 100 teratas, akhirnya Kotoko menyemangati Konomi untuk berusaha dan juga membantu Konomi belajar.

Konomi bertamu kerumah Yuki atas undangan Kotoko, Yuki yang membukakan pintu rumah bingung bahwa ternyata Konomi adalah kenalan Kotoko.

“Mulai sekarang aku akan mengajarinya” ungkap Kotoko kepada Yuki. Kotoko pun mengajak Konomi ke kamarnya untuk belajar.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.35.10 AM

Setelah masuk ke kamar Kotoko, Konomi mengatakan bahwa Kotoko sangat beruntung bisa tinggal bersama Yuki. Kotoko terus menyemangati Konomi bahwa ia juga dapat melakukannya, maka jadilah 100 teratas!

Screen Shot 2015-03-17 at 12.35.50 AM

Satu jam sudah berlalu, tetapi Kotoko dan Konomi masih belum selesai mengerjakan soal nomer 1. Kotoko masih terus berusaha.

Naoki akhirnya pulang dan bertanya apa yang sedang dilakukan Kotoko. Kotoko menjelaskan bahwa ia akan membantu Konomi-chan belajar untuk tes terakhirnya dan masuk peringkat 100 teratas.

“Kau tidak akan banyak membantu” ujar Naoki. Ia pun merasa tidak asing dengan tersebut. Iyalah kan dulu Kotoko dibantu oleh Naoki sehingga bisa masuk ke peringkat 100 teratas, haha. Kotoko pun hanyut dalam kenangannya.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.36.47 AMScreen Shot 2015-03-17 at 12.37.33 AM

Naoki keluar kamar, dan ternyata ada Yuki yang sedang menguping kedalam kamar Naoki-Kotoko. Naoki bertanya apa yang Yuki lakukan, tapi ia menjawab bahwa hanya lewat. Hihi Yuki malu tuh. Naoki kemudian bertanya kenapa bukan Yuki yang membantu Konomi-chan belajar. Yuki mengatakan bahwa dia tidak ingin membantunya karena dia akan menderita kalau Konomi masuk 100 teratas.

Naoki pun melihat Yuki dengan senyum dan bercanda dengan mengatakan “Hmm, rumit ya?” pada Yuki, yang membuat Yuki kesal lalu pergi. HAHAHAHA Naoki sudah pengalaman.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.37.58 AM

Hari sudah semakin malam, dan Kotoko mengantuk karena terlalu banyak melihat rumus matematik, hehe sama ya.

Konomi lalu bingung melihat Kotoko yang seperti itu, lalu tiba-tiba Naoki masuk ke kamar dan melihat Kotoko yang tidur dan berkata “Ampun deh dia”. Hahaha melihat ini rasanya so sweet banget ya Naoki nerima Kotoko apa adanya.

Konomi pun berkata bahwa sebaiknya dia pulang saja, namun Naoki bertanya sudah sampai dimana belajarnya. Konomi-chan pun bercerita bahwa mereka baru menyelesaikan 1 soal dalam waktu tiga jam.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.38.59 AM Screen Shot 2015-03-17 at 12.38.25 AM

Naoki akhirnya membantu Konomi-chan belajar dengan berkata bahwa ia tidak mau Konomi membuang-buang waktunya. Namun Konomi berkata bahwa ia khawatir Naoki akan frustasi ketika mengajarinya belajar, karena ia bodoh.

Tapi Naoki menjawab bahwa ia sudah terbiasa mengajari anak kecil seperti Konomi dengan milhat kepada Kotoko (uwuwuwuw Naoki memang udah terbiasa banget sama Kotoko, jadi iriii >,<)

Screen Shot 2015-03-17 at 12.39.53 AMScreen Shot 2015-03-17 at 12.40.08 AM

Kemudian Yuki masuk kekamar Naoki-Kotoko dan melihat Konomi yang sedang diajari oleh Naoki. Kotoko pun terbangun dari tidurnya. Yuki mengatakan bahwa ia tidak mau Konomi merepotkan kakaknya yang akan mengikuti Ujian Nasional Kedokteran, dan mengatakan bahwa ia yang akan mengajari Konomi selama seminggu penuh sepulang sekolah sampai pukul 9 malam. Lalu Yuki pun keluar kamar.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.41.16 AM

Melihat hal itu, Konomi merasa senang dan berterima kaih kepada Kotoko. Kotoko mengatakan bahwa Konomi sudah selangkah lebih maju. “Sekarang temang dua burung dengan satu peluru, cinta dan ujian” ujar Kotoko. Melihat hal ini, Naoki mengatakan bahwa Kotoko semakin mirip dengan ibunya hahaha.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.41.53 AMScreen Shot 2015-03-17 at 12.42.15 AM

Konomi dan Yuki akhirnya memulai hari-kari mereka untuk belajar bersama. Tidak diragukan ternyata kemampuan Konomi dalam belajar sama dengan Kotoko waktu dulu. Membuat Yuki frustasi untuk mengajarinya terus menerus.

JoinedPhotos1.jpg

Ibu dan Kotoko sangat bersemangat akan kehadiran Konomi dirumah mereka. Ibupun melaksanakan aksi memotretnya yang sama persis dengan yang sudah ia lakukan kepada Kotoko dan Naoki. Kali ini dibantu oleh Kotoko tentunya.

JoinedPhotoslp.jpg

Yuki merasa terganggu dengan keusilan ibu dan Kotoko tersebut dan mengusir mereka berdua dari kamarnya. Ibu dan Kotoko pun kecewa tidak bisa melanjutkan aksinya.

“Ibu sudah dapat satu foto yang bagus!” ucap Ibu bersemangat

vlcsnap-2015-11-18-20h22m18s878.jpg

Malam harinya Kotoko menceritakan tentang sikap dingin, namun tetap membantu Konomi untuk belajar kepada Naoki.

“Sama seperti kau yang akan membantuku di Ujian Nasional tahun depan, ya kan?” ucap Kotoko sambil merayu Naoki.

“Jangan harap.” jawab Naoki

“Kenapaa.. Irie-kun? Apa kau tidak ingin aku  menjadi perawat?” rengek Kotoko kepada Naoki

JoinedPhotosmm.jpg

“Tidak usah menjadi perawat kalau kau tidak bisa lolos tes dengan kemampuanmu sendiri” jawab Naoki

“Tapi itu akan butuh 10 tahun!” ucap Kotoko

“Kalau kau tidak bisa lolos dalam 10 tahun, maka menyerah saja” balas Naoki yang lalu mengucapkan selamat malam dan berbaring untuk tidur.

“Keterlaluan..” keluh Kotoko yang juga mengucapkan selamat malam kepada Naoki dan tidur sambil memeluk Naoki.

JoinedPhotosgg.jpg

Di hari terakhir Yuki dan Konomi belajar, Kotoko datang kekamar Yuki untuk memberikan cemilan dan teh kepada mereka berdua. Kotoko kemudian memberikan foto hasil jepretan ibu kepada Konomi. Melihat foto tersebut, Kotoko mengatakan bahwa mereka serasi sekali. Konomi pun ingin menyimpannya sebagai jimat keberuntungan.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.42.43 AM Screen Shot 2015-03-17 at 12.42.54 AM

Screen Shot 2015-03-17 at 12.43.32 AM Screen Shot 2015-03-17 at 12.43.44 AM

Namun, melihat hal itu Yuki menjadi kesal dan merobek foto mereka tersebut dan mengatakan bahwa dia tidak suka menjadi mainan.

Konomi berjalan pulang dan menangis, lalu jatuh dijalan. Tiba-tiba ada suara yang mengatakan “apa yang kau lakukan”. Ternyata itu Yuki!

Ia mengatakan bahwa ia sudah berjanji untuk mengajari Konomi setiap hari hingga pukul 9, maka ia tidak mau melanggarnya.

Yuki pun membawakan tas Konomi. Tidak lupa pula Yuki memberikan foto yang sudah dirobeknya itu dengan mem-plester dan mengembalikannya kepada Konomi, dan berkata “sebagai jimat keberuntungan kan?”.

Melihat hal tersebut membuat Konomi senang dan bersemangat.

Screen Shot 2015-03-17 at 1.19.29 AM Screen Shot 2015-03-17 at 12.44.35 AM

Ternyata Kotoko dan Naoki bersembunyi mengikuti Yuki dan Kotoko bertugas untuk memperoleh foto Yuki-Konomi yang diminta oleh ibunya. Melihat hal tersebut, Naoki kemudian berkata “ sepertinya Yuki akan bernasib sama denganku, kasihan”. Kotoko bingung kenapa Naoki harus kasihan. Hahahaha aduh Kotoko T.T. Naoki pun hanya tersenyum melihat kepolosan Kotoko. Kyaaa!

Screen Shot 2015-03-17 at 12.44.48 AM Screen Shot 2015-03-17 at 12.44.56 AM

Hari menjelang Ujian Nasional Kedokteran pun segera tiba. Para mahasiswa kedokteran sangat sibuk belajar dikelas untuk mempersiapkan diri mereka. Berbeda dengan Naoki yang dengan santai hanya membaca buku ditengah-tengah kecemasan teman-temannya yang lain. Moto, Marina, dan Tomoko-chan mengintip ruang kelas Naoki.

JoinedPhotosa.jpg

“Lihat! Mahasiswa kedokteran terlihat sangat tertekan.” ucap Moto-chan.

“Ujian besok akan menentukan siapa yang akan menjadi dokter dan perawat” lanjut Marina.

“Jika mereka gagal, semua yang telah mereka lakukan…” lanjut Moto-chan yang tiba-tiba terhenti dengan kemunculan Kotoko yang seperti setan dan berkata “Bisa-bisanya kau berkata demikan?”.

“Kau menakutiku!” keluh Moto-chan.

JoinedPhotos4.jpg

“Besok Naoki akan ujian. Bagaimana bisa kau menyebutkan kata ‘gagal’?  Irie-kun adalah orang yang jenius. Dia akan baik-baik saja. Tapi, bahkan seorang jenius juga manusia! Siapa tahu yang akan terjadi nanti.. “ jelas Kotoko yang juga mencemaskan Naoki.

Tiba-tiba ia mendengar suara bahwa ada beberapa teman Naoki yang menanyakan beberapa pertanyaan kepada Naoki.

“Hei, kalian!” teriak Kotoko dan langsung menghampiri mereka.

“Memangnya kalian tidak bisa berpikir sendiri? Berhenti mengganggu Irie-kun!” ucap Kotoko pada teman-teman Naoki

“Apa-apaan ini?” keluh Naoki pada Kotoko

“Tidak usah menjadi dokter kalau kau tidak bisa lolos dengan kemampuanmu sendiri!” lanjut Kotoko (Kotoko mengulang apa yang dikatakan Naoki semalam tuh hahaha)

Kotoko terus menghentikan teman-teman Naoki yang terus bertanya pada Naoki.

“Baik-baik! Aku yang akan mengajarimu! Jangan ganggu Irie-kun.” ucap Kotoko kesal.

JoinedPhotos21.jpg

Keesokan harinya yaitu Ujian Nasional Kedokteran Naoki, Kotoko ikut cemas dengan mengatakan bahwa tidak apa-apa jika Naoki gagal karena mereka dapat lulus bareng tahun depan.

Dengan tegas Naoki berkata “Aku tidak mau”. Hahaha seperti biasa yah Naoki.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.45.28 AM

 

2 hari kemudian, hasil ujian kedokteran Naoki diumumkan.

Ibu, Kotoko, Yuki, semuanya tegang menunggu Naoki membuka hasil pengumumannya.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.45.59 AM Screen Shot 2015-03-17 at 12.46.19 AM

Dan Hore! Naoki lulus. Semua senang. Kotoko lalu memeluk Naoki hingga mereka berdua jatuh di sofa. HAHAHA

Keesokan harinya, Naoki makan siang bersama Funatsu di kantin.

“Apa kau mau pudingku?” tanya Funatsu pada Naoki

“Tidak.” jawab Naoki yang dingin.

Tiba-tiba ada suara yang memanggilnya “Irie-kun!”.

JoinedPhotos.jpg

Ternyata itu Kotoko dan Marina yang baru datang untuk makan siang bersama. Mereka pun bergabung dengan Naoki dan Funatsu. Kotoko pun memberi selamat kepada Funatsu atas kelulusannya pada Ujian Nasional.

“Tentu saja” jawab Funatsu sombong dan melihat ke arah Marina untuk diberikan ucapan selamat juga.

“Aku akan menunggu Marina-chan untuk menjadi perawat” ucap Funatsu yang kemudian menangis karena terbawa perasaan.

JoinedPhotos1.jpg

“Kau akhir-akhir ini terus mengikutiku, kan?” ucap Naoki pada Kotoko.

“Begitukah? Kita tidak akan makan siang bersama di kantin kampus lagi untuk waktu yang lama. Aku ingin membuat kenangan sebanyak mungkin!” jelas Kotoko

“Aku mengerti. Kalau begitu aku pergi dulu.” ucap Naoki yang beranjak dari tempatnya

“Profesor Tanabe ingin bertemu denganku.” jelas Naoki lalu pergi meninggalkan Kotoko yang kecewa.

JoinedPhotos2.jpg

“Kau bukan pengantin baru lagi, tapi kau sangat mencintainya” ucap Marina-chan.

“Dia lulus lebih 1 tahun lebih dulu dariku. Dia akan tetap berada di RS kita dan aku tetap bisa bertemu dengannya dirumah. Tapi aku ingin menghabiskan setiap menit, setiap detik dengannya!” jelas Kotoko.

“Kau keterlaluan” jawab Marina-chan.

Mendengar itu Funatsu tiba-tiba langsung menghampiri Kotoko dan berkata “Aku dapat mengerti perasaanmu. Aku juga ingin menghabiskan setiap menit, setiap detik dengan Marina-san” sambil memegang tangan Kotoko.

“Kenapa kau tidak memegang tangannya saja?” ucap Kotoko kesal

JoinedPhotos11.jpg

Naoki selesai berbincang-bincang dan profesor Tanabe di RS.

“Irie-san, ini bukan tawaran yang buruk. Pikirkan tentang hal ini” ucap profesor Tanabe sambil mengantar Naoki keluar ruangannya.

“Ya” jawab Noki yang kemudian terlihat bimbang.

“Apa yang harus aku lakukan..” ucap Naoki.

JoinedPhotos1.jpg

Malamnya dirumah, ibu dan Kotoko sedang menyiapkan makan malam untuk merayakan kelulusan Naoki. Ibu juga bertanya tentang Konomi kepada Yuki, Yuki pun menjawab bahwa Konomi mendapat peringkat-97. Ibu dan Kotoko senang, tapi Yuki masih kesal terhadap Konomi. Hahaha malu-malu tuh.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.47.43 AM

Screen Shot 2015-03-17 at 12.47.57 AM

Naoki kemudian, menceritakan kepada semua kalau ia mendapat tawaran untuk bekerja di Rs Kobe dari profesornya. Semua terkejut.

Naoki ingin mempelajari bidang khusus yang ada Rs. Kobe, ini kesempatan yang bagus.

“Kobe sangat jauh, pulang-pergi perlu 6 jam, bagaimana bisa? Tidak mungkin pulang pergi terus” ujar Kotoko.

Naoki lalu berkata bahwa ia berfikiran untuk pindah ke Kobe. Lalu Kotoko mengatakan bahwa ia akan ikut pindah ke Kobe. Tapi Naoki mengatakan bahwa Kotoko harus menyelesaikan kuliahnya dulu, baru menyusulnya ke Kobe.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.48 Screen Shot 2015-03-17 at 12.49

Kotoko bersikeras tetap tidak mau berpisah dari Naoki walau hanya setahun.

“Lalu, kau ingin aku menunggu sampai kau menjadi perawat lalu pergi ke Kobe?” ujar Naoki.

Ibu lalu berkata agar Naoki tidak memikirkan dirinya sendiri. Naoki lalu menjawab “Aku mengerti”.

Kotoko kemudian mengatakan “Kamu tidak akan mengerti. Karena aku mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku. Kamu tidak akan mengerti perasaanku. Betapa sulitnya berpisah darimu. Karena kamu akan baik-baik saja tanpaku. Saat kamu memutuskan keputusanmu, kamu tidak pernah memikirkanku kan? Akulah satu-satunya yang akan merindukanmu!” Lalu Kotoko berlalu masuk ke kamar dan menangis.

Melihat Kotoko seperti itu, Naoki semakin bingung dan terlihat sedih.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.49.42 AM Untitled

Keesokan malamnya, Naoki yang masuk ke kamar dan menanyakan Kotoko tidak makan malam. Kotoko hanya menjawab bahwa ia mengantuk dan mengucapkan selamat malam. Lalu Naoki pun keluar kamar dengan kecewa. Naoki bertemu dengan ayah Kotoko.

Screen Shot 2015-03-17 at 12.53 Untitledx

UntitledcUntitledv

Ayah berkata “Dia tergila-gila padamu”

Naoki mengatakan “Aku sudah siap denan reaksi yang buruk, tapi melihatnya seperti ini… Aku berencana mengajak Kotoko ke Kobe, sekarang masih bisa mencari kampus perawat untuknya. Namun, dia tidak kenal siapapun, sendirian. Apa dia bisa menetap dan belajar? Mungkin aku akan sibuk, aku tidak yakin bisa memikirnkan kesejahteraannya. Aku ingin dia jadi perawat. Mungkin lebih baik berpisah selama setahun”

“Dia sepertinya tidak menyadari kalau aku mencintainya” ujar Naoki.

UntitledbUntitledn

Ternyata Kotoko didalam kamar mendengarkan percakapan Naoki dan ayahnya tersebut. Kotoko hanya bisa menangis.

Keesokan harinya, hari kelulusan Naoki dan ia memberikan pidato.

Untitledm

Papa, Mama, dan Kotoko pun larut dan rasa terharu melihat Naoki yang sedang berpidato.

Kotoko juga menjadi mengingat kenangannya bersama Naoki dimasa sekolah.

UntitledaUntitleds

Selesai dari acara, Kotoko mengunjungi ruang tempat-tempat kenangannya bersama Naoki selama di kampus. Hingga akhirnya di ruangan kelas Naoki, tempat Kotoko yang suka memandangi Naoki dari kejauhan. Lalu Kotoko berteriak “Irie-kun!”.

Untitledf Untitledd

Lalu Naoki pun muncul dan berkata “apa?”.

“Kenapa kau bisa disini” ujar Kotoko

“Kupikir kau ada disini, aku ingin bicara. Tentang Kobe …”

Memotong pembicaraan Naoki, Kotoko berkata “Aku .. akan akan menjadi perawat dalam setahun, lalu aku akan ke Kobe, Aku Janji! Jadi tunggu aku. Jangan membohongiku. Jangan marah jika aku menelpon setiap hari. Dan ..”

UntitledhUntitledj

Dan.. “ ujar Naoki

“Dan saat luang aku akan kesana ..”

Lalu Naoki tiba-tiba mencium Kotoko lalu memeluknya.

“Nanti dilihat orang” ujar Kotoko

“Biarkan saja” balas Naoki

Lalu mereka pun …. (lihat pict dibawah aja yah, hehe) KYAA!

UntitledkUntitledjk

UntitledlUntitleddd

Untitledw

Keesokan harinya, Kotoko mengantarkan Naoki yang akan pergi ke Kobe. Kotoko masih merasa berat untuk berpisah dan terus memegangi pakaian Naoki.

Naoki berkata “Bisakah aku pergi sekarang?”

“Ya. Bagaimana kalau ciuman perpisahan? … Bercanda” ujar Kotoko.

Lalu Kotoko melepaskan tanggannya dari pakaian Naoki, lalu Naoki pergi dengan berpesan kepada Kotoko untuk belajar dengan giat.

Untitlede Untitledr

UntitledtUntitledtt

Melihat Naoki yang berjalan pergi pun, Kotoko mulai menangis.

Naoki berbalik badan dan melihat istrinya yang sedang menangis, lalu diam.

 Untitledyy  Untitledu

Untitledi

Tak lama, Kotoko melihat Naoki yang sedang melihatnya. Lalu ia menghapus air mata nya dan berteriak “Berjuanglah, Irie-kun!!”

Melihat Kotoko seperti itu, Naoki pun tersenyum dan melanjutkan perjalanannya.

“Berjuanglah Kotoko. Kita pasti bisa” ujar Kotoko kepada dirinya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s