0808

Sinopsis Itazura Na Kiss 2 Episode 8 (With Cut Scenes)

Episode 8

Rivalry with Grandma Toyo

Kotoko dan Jinko sangat senang dengan kehamilan Satomi yang semakin membesar.

“Satomi akan menjadi ibu” ucap Kotoko sambil membayangkan wajah Naoki.

JoinedPhotos1

“Apa kau membayangkan suatu hari nanti Naoki dan kau akan ..” tanya Jinko.

“Ah tidak. Kami akan segera sibuk. Sebenarnya pelatihan di rumah sakit akan dimulai minggu depan” ucap Kotoko.

“Apa kau siap untuk itu? Kerja di RS dengan pasien yang benar-benar sakit?” tanya Satomi.

“Kau kan terkenal dengan tidak bisa menyuntik” ucap Jinko.

“Jangan khawatir. Trainee tidak akan menyuntik. Aku akan belajar satu tahun penuh untuk menjadi perawat. Dan.. bekerja bersama Irie-kun..” ucap Kotoko senang.

“Hm?” ucap Satomi dan Jinko heran.

JoinedPhotos2

Kotoko dan teman-temanpun mendapat pembagian pasien selama pelatihan di rumah sakit. Seperti biasa, Kotoko mengkhayal bahwa ia kan menjadi perawat yang baik dan akan disenangi oleh seluruh pasien.

Ia pun menghampiri Naoki dan menunjukkan kertas pembagian pasien untuknya.

“Aku ditugaskan di bagian ortopedis. Dia nenek berusia 70 tahun. Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantunya.” ucap Kotoko bersemangat.

“Nenek Yoshida..” ucap Naoki.

“Iya. Nenek Toyo Yoshida. Kau mengenalnya? Oh iya, kau sudah di rumah sakit. Seperti apa dia?” tanya Kotoko kepada Naoki.

“Kalian akan cocok.” jawab Naoki.

“Benarkah?” ucap Kotoko senang.

JoinedPhotos3

“Pastikan kau pelajari kondisinya untuk senin nanti. Dan jangan perlihatkan kertas ini pada yang lain.” ucap Naoki kepada Kotoko.

Kotoko pun merasa senang dengan hal itu, lalu berlari pergi.

“Apa kau yakin akan memberitahunya?” tanya Funatsu kepada Naoki.

“Ini akan jadi latihan yang bagus untuknya. Bagian ortopedis.. Dia sangat tidak beruntung” ucap Naoki…

Hari pelatihan bagi Kotoko dan teman-temannya di RS pun di mulai. Masing-masing dari mereka diperkenalkan dengan pasien yang akan mereka rawat selama beberapa hati.

JoinedPhotos10

Kotoko yang pertama kali bertemu nenek Toyo merasa bahwa si nenek tidak menyukainya.

Makan siang pun tiba. Kotoko dan teman-temannya makan siang bersama di kantin RS.

“Dia luar biasa” ucap Kotoko yang tiba-tiba datang dengan tubuh yang lemas.

“Dia memanggilku 8 kali pagi ini saja” lanjut Kotoko

“8 kali?!” ucap Moto, Marina, Tomoko, dan Keita yang kaget dengan cerita Kotoko.

Perawat senior yang datang untuk makan siang pun mendengarnya.

JoinedPhotos4

“Nona Irie. Kerja bagus pagi ini. Nenek Yoshida mulai lagi. Dia membuli trainee. Maaf kau harus menerima semua panggilannya sendiri. Trainee sebelumnya, hilang percaya diri dan mengundurkan diri.”

“Ha? Mengundurkan diri” ucap Kotoko kaget.

Lalu tiba-tiba Naoki dan teman-teman dokter-nya juga ke kantin untuk makan siang. Naoki ternyata sudah sangat terkenal di kalangan para perawat senior.

JoinedPhotosm

“Kalian lihat pria itu? Dia dokter magang bernama Irie Naoki. Dia tampan kan?” ucap salah seorang perawat senior.

“Benar. Dia idola kami. Dia masih mahasiswa tapi sangat pintar. Kalian para trainee, jangan pernah berusaha untuk mendapat perhatiannya. Kalau kalian melangkahi kami, kalian akan tau akibatnya.” lanjut perawat senior lainnya yang memberi peringatan kepada Kotoko dan teman-temannya.

Kotoko yang mendengar hal itupun kaget dan menjadi takut.

JoinedPhotos11

Tapi tiba-tiba, “Hei, bagaimana pelatihanmu? Apa kau sudah bertemu nenek Yoshida?” ucap Naoki yang datang menghampiri Kotoko.

“Hm ya” jawab Kotoko gugup.

“Ku pikir kalian akan menjadi pasangan yang luar biasa. Baiklah, semoga beruntung.” ucap Naoki yang kemudia memegang bahu Kotoko lalu pergi.

Para perawat senior yang melihatnya kaget dan bingung kenapa Kotoko bisa mengobrol dengan Naoki.

“Kenapa dokter Irie bicara padamu? Bahkan sebelum aku! Kau baru disini. Kau siapanya?” tanya para perawat senior.

Kotoko bingung dan tidak bicara apa-apa.

“Kotoko adalah istri dokter Irie.” ucap Moto-chan.

JoinedPhotos7

Para perawat senior pun kaget.

“Apa kau bercanda? Aku dengar dia menikah, tapi dengan perempuan biasa seperti itu?” ucap perawat senior heran.

“Aku tidak mengerti. Aku yakin istri dokter adalah perawat yang luar biasa. Dia tidak akan perlu bantuan kita.” lanjut para perawat senior yang menyindir Kotoko.

Kotoko sangat pasrah dan tidak tau apa yang harus ia lakukan.

“Kotoko, semoga beruntung!” ucap Moto-chan sambil tertawa dengan teman-teman lainnya.

JoinedPhotos1q

Siang ini, sudah ke-12 kalinya Kotoko mendapat panggilan dari nenek Yoshida. Tapi si nenek malah mengeluh karena Kotoko tidak datang dengan cepat. Si nenek pun mengadu kepada suster kepala, sehingga membuat Kotoko di marahi oleh suster Kepala.

Malam harinya, Kotoko pulang kerumah sambil menangis. Ibu pun memeluk Kotoko untuk menenangkannya.

JoinedPhotos

“Bagaimana ia bisa membuli perempuan yang manis seperti ini? Haruskah kau masukan komplain ke RS?” ucap ibu.

“Pasien perlu melepas stresnya. Trainee ada target yang sempurna” ucap Naoki.

“Apa kau juga di buli?” tanya Kotoko kepada Naoki.

“Mana mungkin. Jika ada yang membuli ku. Aku ku balas ratusan kali lipat” jawab Naoki.

JoinedPhotosmm

“Ngomong-ngomong kalau kau tau banyak tentang nenek Yoshida, kenapa kau tidak memperingatkan aku? tanya Kotoko.

“Dia sangat menurut padaku. Mendapat pasien yang tangguh di awal akan meningkatkan percaya dirimu.” jawab Naoki.

“Tapi suster lain keterlaluan padaku karena mu” ucap Kotoko.

“Itu bukan urusanku. Aku tidak akan melakukan apa-apa, jadi jangan merengek padaku. Kalau kau tidak bisa mengatasinya. Kau bisa mengundurkan diri” ucap Naoki

“Kakak, dingin sekali” ucap Ibu.

“Selamat malam” ucap Naoki lalu pergi ke kamarnya.

JoinedPhotosb

Keesokannya, saatnya nenek Yoshida mendapat kunjungan oleh dokter. Dan ternyata dokter magang yang mendampingi dokter utama nenek Yoshida adalah Naoki.

Kotoko senang dapat bersama dengan Naoki. Begitu pula dengan nenek Yoshida. Dia bahkan menolak untuk diperiksa oleh dokter utamanya, dan meminta Naoki yang memeriksanya.

“Nenek Yoshida benar-benar menyukai dokter Irie” ujar doker utama.

“Nenek, kau tau dokter Irie sudah menikah dengan trainee ini” lanjut dokter utama sambil menunjuk kepada Kotoko.

“Mana mungkin. Kau pasti bercanda” ujar nenek Yoshida.

“Itu benar” ucap Naoki.

JoinedPhotosnb

Nenek Yoshida kaget dan berkata, “Aku minta maaf atas semua perlakuanmu padamu. Tolong jaga aku dengan baik” ucap nenek Yoshida pada Kotoko.

Kotoko senang mendengarnya. Dengan begitu, pemeriksaan selesai dan para dokter meninggalkan kamar nenek Yoshida.

“Kau mau kue ini? Makanlah. Aku akan ambilkan teh untukmu” ucap nenek Yoshida lalu pergi.

JoinedPhotosl

Lalu tiba-tiba Kotoko didatangi oleh suster kepala dan memarahinya karena telah membuli pasien. Ternyata itu semua ulah nenek Yoshida yang mengadu pada suster kepala.

JoinedPhotosasa

JoinedPhotoss

Kotoko tidak hanya menjadi bulan-bulanan nenek Yoshida. Semua perawat pun sengaja mengerjainya.

“Bukan hanya nenek Toyo yang menjadi musuhku. Rumah sakit ini penuh dengan musuh. Mungkin, pasien hanya tidak menyukaiku” ujar Kotoko dalam hati kecewa.

Malam harinya dirumah, Kotoko melanjutkan tugas revisi rencana perawatannya untuk pasien.

“Apa kau tidak tidur?” tanya Naoki.

“Aku harus menyelesaikan ini dulu” jawab Kotoko.

Naoki pun memeriksa tugas Kotoko tersebut.

“Ini lumayan buruk” ucap Naoki.

“Padahal ini versi yang sudah di revisi” ujar Kotoko.

“Pikirkan lagi” lanjut Naoki.

“Apa yang salah ..” ucap Kotoko sambil berpikir.

Lalu tiba-tiba Kotok mendapat ide untuk memanfaat Naoki, jika nenek Yoshida berulah padanya.

“Apa itu rencana mu?” tanya Naoki kesal.

“Oh iya, pelatihan ku akan berakhir 4 hari lagi. Bisakah aku berfoto dengan mu menggunakan seragam putih dan hari terakhir? tanya Kotoko.

Namun Naoki tidak menghiraukannya, dan langsung tidur.

“Tapi tunggu, Naoki. Ini tidak bagus.” ucap Kotoko yang kecewa.

Tapi sebenarnya Naoki masih memikirkan Kotoko.

JoinedPhotosbv

Di malam itu, Nenek Yoshida memang merasakan kesepian dan rindu dengan keluarganya. Dimana nenek Yoshida memandangi foto anak-anaknya.

JoinedPhotoshj

Keesokan harinya, nenek Yoshida memamerkan foto Naoki yang ia miliki kepada Kotoko. Kotoko memintanya, namun tidak diberi oleh si nenek. Ditengah-tengah itu, tiba-tiba nenek Yoshida merasa kesakitan. Kotoko yang panik, segera membuat keributan dan mengambil dokter apapun yang didekatnya. Hal ini juga membuat suster kepala datang.

JoinedPhotoshhhh

Namun, ketika semua orang datang, Nenek Yoshida malah bertingkah seolah dia tidak sakit. Dan mengatakan kalau Kotoko mengada-ada. Sehingga Kotoko pun dimarahi oleh suster kepala.

Tapi ternyata, nenek Yoshida memang merasa sakit. Dia hanya menutupinya.

JoinedPhotos098

Kotoko lalu ke atap rumah sakit untuk berfikir dan menenangkan diri. Dan tiba-tiba Naoki datang menghampirinya.

“Aku kehilangan percaya diri. Aku melakukan yang terbaik, tapi nenek Toyo tidak menghargainya. Aku sebenarnya kesal padanya. Dia tidak menganggapku serius. Ini menyedihkan. Aku lelah..” ucap Kotoko.

“Apa kau akan berhenti? Kau ingin menjadi perawat karena aku akan menjadi dokter. Mungkin itu bukan alasan yang cukup. Lihatla, kau sudah ada di batasmu” ucap Naoki lalu pergi meninggalkan Kotoko.

Perkataan Naoki tersebut membuat Kotoko berfikir lebih dalam.

JoinedPhotos678

Suster kepala memberi tahu bahwa Kotoko tidak perlu mengurus nenek Yoshida lagi.

“Aku tidak membiarkan pasien mengendalikan suster. Kau perlu memeriksa pasien lagi juga. Ini akan lebih muda untukmu. Di terlalu menantang untuk trainee.” ucap suster kepala.

“Tapi aku tidak mau berakhir seperti ini” ucap Kotoko dalam hati.

Lalu Kotoko datang ke ruangan nenek Yoshida untuk mengucapkan perpisahan karena dia akan ditugaskan untuk pasien lain. Namun, Kotoko malah menemukan bahwa nenek tengah demam. Kotoko pun langsung memanggil dokter.

“Jaga dia. Kita mungkin akan mentransfernya ke ruang gawat darurat. Hubungi keluarganya untuk berjaga-jaga” ucap dokter kepada seorang suster.

JoinedPhotos987

“Apa nenek Yoshida se-sakit itu?” tanya Kotoko.

“Demam sangat beresiko untuk orang yang sudah tua. Itu akan cepat menjadi lebih buruk” jawab dokter.

Suster yang bertugas mencoba menghubungi keluarga nenek Yoshida. Namun keluarganya tidak ada yang akan datang jika kondisi si nenek tidak benar-benar buruk.

“Dia memberimu kesulitan, tapi mungkin dia hanya kesepian. Para suster senior sudah dapat mengendalikannya, tapi kau bereaksi seperti yang dia mau. Itu menyenangkan baginya” ucap si suster.

Mendengar itu, Kotoko menjadi simpatik dan perhatian kepada nenek Yoshida.

Ia ingin merawat nenek Yoshida malam ini. Tapi suster mengatakan bahwa aturannya, trainee tidak boleh melakukan shift malam.

Suster kepala akhirnya mengetahui bahwa keluarga nenek Yoshida tidak akan datang. Ia berkata bahwa mungkin ada seorang teman yang bisa menjaganya sambil melirik ke Kotoko.

Mendengar itu, Kotoko pun senang bisa menjaga nenek Yoshida.

JoinedPhotoshy7

Naoki pun menghampiri Kotoko yang sedang menjaga nenek Yoshida.

“Bagaimana keadaannya? Nafasnya masih tak beraturan.” tanya Naoki pada Kotoko

“Demamnya masih tinggi. Seandainya aku ..” ucap Kotoko

“Kau sudah melakukan yang kau bisa. Kau harus percaya kemampuannya sendiri untuk sembuh, Yang bisa kau lakukan hanya berada disampingnya.” ucap Naoki

“Ya” ucap Kotoko

“Aku pulang” ucap Naoki

“Terima kasih sudah mampir kesini” ujar Kotoko.

“Bertahanlah” ujar Naoki menyemangati Kotoko lalu pulang.

“Oke” ujar Kotoko dan terus menjaga nenek Yoshida semalamam.

Suster kepala yang melihat Kotoko menjaga nenek Yoshida, membuatnya sedikit lega.

JoinedPhotosh

vlcsnap-2015-07-04-18h23m12s60

Kotoko pun meminta kepada suster kepala untuk terus merawat nenek Yoshida. Walaupun hanya tinggal beberapa hari tersisa, suster kepala menginjinkan itu.

Akhirnya, tiba hari perpisahan untuk para trainee dengan pasien mereka masing-masing karena waktu pelatihan yang sudah selesai.

JoinedPhotos9o

JoinedPhotosyhj

Begitupula Kotoko yang akan berpamitan kepada nenek Yoshida. Sesampainya di kamar nenek Yoshida, ia melihat si nenek sedang berfoto dengan Naoki.

“Tunggu dulu. Kenapa kau berfoto dengan Irie-kun? Dengan lengannya di bahumu?” tanya Kotoko

“Karena aku pasien yang spesial” jawab nenek Yoshida

“Ini tidak adil. Suster Igarashi, bisakah kau ambilkan satu untukku” ucap Kotoko sambil minta difoto oleh suster seniornya.

“Apa? Kau masih pelatihan!” ucap suster Igarashi.

“Tolonglah..” ucap Kotoko yang terus meminta difoto.

JoinedPhotos777

“Kupikir kau memilih istri yang baik.” ucap nenek Yoshida kepada Naoki.

“Benarkah?” ujar Naoki

“Dia sedikit bodoh, tapi dia punya keberanian” ucap nenek Yoshida. Dan Naoki pun tersenyum mendengarnya.

Kotoko akhirnya mendapat kesempatan untuk berfoto bersama Naoki. Tapi dengan nenek Yoshida juga.

“Cheese!”

vlcsnap-2015-07-04-18h33m33s132

Kotoko datang di kelulusan Jinko dan Satomi. Ia terharu dengan kelulusan dua sahabatnya tersebut.

“Kotoko” tiba-tiba Naoki datang dan menghampiri Kotoko.

“Irie-kun!” ucap Kotoko

“Dimana orang-orang?” tanya Naoki.

“Kami hanya mengucapkan selamat tinggal” jawab Kotoko.

“Oh begitu. Ayo” ucap Naoki.

asd

“Irie-kun..”

“Hm”

“Aku selalu jatuh cinta padamu. Dan kita akhirnya seperti ini.”

“Aku tau. Jadi apa?”

“Ini sangat luar biasa. Aku rasa aku sangat mencintaimu, tapi hari berikutnya dan setiap hari cintaku bertambah.  Lebih aku mengenalmu, aku lebih mencintaimu. Dan lebih aku mencintaimu, aku bahkan lebih mencintaimu! Sungguh banyak pekerjaan!” ucap Kotoko.

“Kau tidak masuk akal” ucap Naoki

JoinedPhotosasw

“Tapi itu yang sebenarnya. Bagaimana denganmu?” tanya Kotoko

“Ha?” tanya Naoki.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Kotoko.

“Tentang apa?” balas Naoki.

“Emm, tentang ..” ucap Kotoko

“Itu banyak pekerjaan juga untukku.” jawab Naoki

“Maaf” ucap Kotoko.

“Tunggu dulu. Apa itu berarti .. kau merasakan yang sama” Kotoko lalu menyadari bahwa maksud Naoki adalah bahwa perasaannya sama seperti apa yang Kotoko rasakan.

Karena senang mendengarnya, Kotoko mencium pipi Naoki.

“Aku sangat sangat mencintaimu” ucap Kotoko.

JoinedPhotosder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s