vlcsnap-2015-07-05-02h33m33s38

Sinopsis Itazura Na Kiss 2 Episode 6 (With Cut Scenes)

EPISODE 6

A Genius and Jealousy

Kotoko pingsan saat latihan menyuntik. Ketika bangun, ia melihat Naoki yang sedang menunggunya.

JoinedPhotos12

Karena senang dengan kejadian itu, Kotoko menceritakannya pada Jinko dan Satomi.

“Naoki mungkin pria satu-satunya di hatimu, tapi melihat betapa paniknya Kamo.. atau siapalah namanya, Aku bersumpah dia pasti jatuh cinta padamu.” ucap Satomi.

JoinedPhotos12q

“Cinta segitiga?” ucap Jinko.

Namun Kotoko tidak percaya dengan perkataan teman-temannya tersebut. Mereka pun membicarakan rencana liburan musim panas. Jinko dan Satomi sudah punya rencana masing-masing.

Untuk itu, Kotoko mulai menyusun rencana untuk liburan musim panas bersama Naoki.

Dirumah, sebelum tidur, Kotoko menawarkan berbagai macam perjalanan musim panas dan merayu Naoki untuk liburan.

“Tergantung penelitianku.”ucap Naoki.

“Benarkah? Yeay!” ucap Kotoko bersemangat dan sudah membayangkan liburan yang romantis.

“Apa yang kau lakukan? Ayo tidur.” lanjut Naoki

“Ya. Selamat malam.” ucap Kotoko lalu mematikan lampu dan tidur sambil memeluk Naoki.

JoinedPhotosxs

Di kelas, Kotoko menceritakan tentang rencana liburan musim panasnya bersama Naoki dengan teman-temannya.

“Apa kau lupa tugas kelompok musim panas?” ucap Keita.

Kotoko kaget.

“Aku tau. Kau pasti lupa. Kau benar-benar berpikiran sempit. Kelompok kita harus menulis dan mengumpulkan laporan.” lanjut Keita.

“Tapi tidak banyak bacaan ..”ucap Kotoko

“Maksudmu semua ini?” ucap Marina sambil membawakan semua buku yang harus di baca untuk menulis laporan. Kotoko pun kaget melihat tumpukan buku yang harus dibaca.

JoinedPhotos12

Sesampainya dirumah, dengan sangat menyesal Kotoko mengatakan bahwa liburan musim panasnya harus batal karena tugas kelompoknya tersebut.

“Sayang sekali ya, Kakak.” ucap Ibu.

“Kau sendiri yang memaksakannya. Aku tidak pernah bilang aku akan pergi.” ucap Naoki.

“Kotoko sangat berusaha untuk menrencanakan liburan denganmu. Tidak boleh bilang begitu.” ucap Ibu.

“Baiklah, semoga beruntung dengan laporanmu.” ucap Naoki.

“Irie-kun tidak kecewa sama sekali. Apa aku satu-satunya yang menantikannya?” pikir Kotoko yang kecewa.

JoinedPhotosas

Kotoko mengerjakan laporan kelompok bersama teman-temanny di perpustakaan. Saat mengerjakan laporan kelompok pun, bisa-bisanya Kotoko tertidur dan memimpikan liburan musim panasnya bersama Naoki. Ia pun terbangun, karena Keita yang membangunkannya.

JoinedPhotos12w

“Dia harus membangunkanmu ratusan kali.” ucap Marina.

Akhirnya kerja kelompok mereka seharian itu selesai juga. Mereka berencana untuk bermain bowling bersama. Sayangnya Tomoko tidak bisa ikut karena harus bekerja paruh waktu.

vlcsnap-2015-07-04-23h06m12s139

Moto-chan dan Marina pun pergi duluan untuk memesan tempat dan Marina perlu ambil uang di ATM. Kotoko dan Keita akhirnya pergi berdua untuk menyusul mereka.

Ditengah perjalanannya, Naoki melihat keakraban Kotoko dan Keita. Naoki hanya melihatnya dan diam.

JoinedPhotosa

Sesampainya mereka di tempat bowling, mereka membuat duel 2:2. Moto-chan dan Marina lawan Keita dan Kotoko.

“Keita, jangan lupa. Yang kalah traktir.” ucap Moto-chan.

Keita sangat mahir bermain bowling. Namun Kotoko tidak bisa bermain bowling. Keita lalu mengajarkan Kotoko.

“Arahkan pada pin itu. Pikirkan sesuatu yang membuatmu kesal dan lempar bolanya.” ucap Keita.

“Menyebalkan?” pikir Kotoko.

Lalu Kotoko memikirkan tentang sikap Naoki yang dingin padanya.

“Irie-kun adalah sumber tenagaku.

“Dia benar-benar cinta pada Irie” ucap Moto-chan.

JoinedPhotos123

“Aku banyak berteriak. Aku merasa lebih segar.” ujar Kotoko

“Kau terdengar lumayan frustasi. Ada masalah dengan Irie?” tanya Keita

“Aku tidak akan berkata begitu. Tapi mungkin.. Dia belakangan sangat sibuk. Aku sulit bertemu dengannya di rumah. Tapi ketika aku bertemu dengannya, mungkin hanya perasaanku saja, dia sangat dingin.” jelas Kotoko.

“Masalah mu adalah kau berusaha terlalu keras padanya. Santailah sedikit. Aku akan jadi separuh darimu hari ini.” lanjut Keita

“Aku tidak perlu kasian mu, Keita.” ucap Kotoko

“Terima saja.“ ucap Keita

JoinedPhotos987

Selesai mereka bermain bowling, Moto-chan pun megajak untuk karaoke. Namun Kotoko menolak karena harus pulang ke rumah.

“Aku tidak akan membiarkan mu pulang.” ucap Keita

“Dia harus memasak untuk Irie” ucap Moto-chan.

Tiba-tiba mereka tidak sengaja bertemu dengan Naoki dan rombongan temannya. Kotoko senang bertemu Naoki dan menceritakan tentang permainan bowlingnya hari ini.

JoinedPhotosas copy

“Aku memikirkanmu, dan melempar strike!. Aku harap kau dapat melihatku!“ ucap Kotoko bersemangat dan menggandeng tangan Naoki

Namun Naoki tiba-tiba melepas kan tangan Kotoko dan berkata, “Aku harus pergi.”

Kotoko kaget dengan yang telah dilakukan Naoki. Dia merasa kecewa.

JoinedPhotosxd

Keita yang melihat sikap dingin Naoki kepada Kotoko tidak dapat menahannya.

“Jika kau punya waktu untuk minum bersama mereka, luangkan beberapa waktu dengan istrimu.” teriak Keita kepada Naoki.

“Aku tau kau mencoba untuk membuat Kotoko kagum, tapi aku bosan dengan ceramahmu.” ucap Naoki.

JoinedPhotos987

“Itu jahat, Irie-kun. Keita hanya memikirkan aku! Dia tau aku sedang merasa sedih.” ucap Kotoko.

“Lalu kenapa kau tidak pulang dengan Kamogari? Dia sepertinya sangat khawatir padamu.“ ucap Naoki

“Kenapa kau berkata begitu? Itu bodoh!“ ucap Kotoko lalu berlari meninggalkan mereka semua

“Apa kau tidak mengejarnya?“ tanya Keita kepada Naoki

“Jika kau tidak mengejarnya, Aku yang akan menyusulnya” lanjut Keita lalu pergi mengejar Kotoko.

Naoki hanya terdiam.

JoinedPhotosko

Kotoko sedang menangis sendiri, dan Keita datang menghampirinya.

“Aku hanya ingin bersama dengannya. Apa aku bosan padaku?“ ucap Kotoko dalam hati.

“Maaf, Keita. Aku tau ini tidak menyenangkan. Semua karena kami, ini tidak ada hubungannya denganmu” jelas Kotoko.

Tiba-tiba Keita memeluk Kotoko dari belakang, Kotoko sangat kaget.

JoinedPhotoscd

“Ini tidak menggangguku. Jangan bilang tidak. Kau harus meninggalkannya.” ucap Keita pada Kotoko.

Dirumah, ketika makan malam bersama, Naoki dan Kotoko hanya diam satu sama lain. Anggota keluarga lain juga merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua, dan berusaha untuk mencairkan suasana. Terutama Ibu. Namun, Kotoko dan Naoki tetap diam satu sama lain dan hanya menikmati makan mereka masing-masing.

“Aku sudah selesai. “ ujar Naoki.

“Sudah? Kakak .. tanya Ibu.

“Aku akan mandi dan tidur. lanjut Naoki

Tidak lama setelah itu, Kotoko pun selesai makan malam.

“Kau juga, Kotoko?” tanya Ibu.

“Aku merasa sedikit lelah.” ucap Kotoko.

JoinedPhotos897

“Ayah, bolehkah aku menggunakan perpustakaan?“ tanya Kotoko kepada ayah mertuanya.

“Boleh.“ jawab ayah.

“Aku akan ada ujian setelah liburan.“ jelas Kotoko

“Lalu belajarlah dengan kakak.” ucap Ibu.

“Tapi dia akan tidur.” ucap Kotoko.

“Jangan khawatir.” lanjut Ibu.

“Aku tidak ingin mengganggunya.“ ucap Kotoko lalu meninggalkan ruang makan.

Ibu yang melihat mereka berdua sangat khawatir.

“Ini akan baik-baik saja. Aku percaya pada mereka.” ucap ayah Naoki

Kotoko pun belajar di perpustakaan ayah. Dan tiba-tiba dia teringat tentang apa yang dikatakan Keita yang menyuruhnya untuk meninggalkan Naoki. Kotoko masih tetap menganggap bahwa Keita hanya bercanda.

“Aku belum pernah berbicara dengan Irie-kun sejak itu. Aku ingin berbaikan, tapi dia menghindariku.” pikir Kotoko dalam hati

“Tidak usah dipikirkan. Ayo tidur.“ ucap Kotoko yang kemudian membereskan barang-barangnya dan pergi ke kamar untuk tidur.

Ia melihat bahwa Naoki sudah tidur.

“Dia sangat manis. Kenapa kami menjadi seperti ini? Kau disini, tapi aku bahkan tidak bisa menciummu.“ ucap Kotoko dalam hati sambil memandangi Naoki yang sedang tidur.

JoinedPhotos7865

Perkuliahan pun dimulai setelah liburan musim panas. Kotoko bertemu dengan teman-temannya, termasuk Keita. Kotoko merasa sedikit canggung semenjak kejadian itu.

“Kotoko, apa kau meringkas bagian pathophysiology?“ tanya Keita

“Apa?“ jawab Kotoko bingung

“Jangan bilang kau lupa. Itu bagianmu.“ teriak Keita yang memarahinya

“Dia masih seperti Keita yang lama. Ternyata waktu itu dia memang bercanda.“ pikir Kotoko dalam hati.

“Tenanglah.“ ucap Kotoko kepada Kotoko.

Tapi Keita terus memarahinya.

JoinedPhotoshn

Dirumah pun, Kotoko terus belajar untuk mempersiapkan ujiannya. Yuki terganggu karena Kotoko sangat berisik terus menyebutkan kalimat yang sama berulang kali.

“Ini sangat sulit“ ujar Kotoko pada Yuki.

“Bahkan aku bisa mengingatnya. Kau bodoh!“ ucap Yuki sambil mengulang apa yang telah dibaca Kotoko dari tadi

Ibu pun menyemangati Kotoko untuk tetap berusaha sambil menyebutkan hal-hal yang seharusnya Kotoko hafalkan. Kotoko pun menjadi kaget mengetahui bahwa Yuki dan ibu pun bisa menghafal apa yang sulit dia hafalkan dari tadi.

JoinedPhotosio

Kotoko melanjutkan belajarnya di perpusatakaan ayah.

Disisi lain, Naoki yang sedang belajar di kamarnya pun merasa ada sesuatu yang salah dengan semua ini.

JoinedPhotosnj

Keesokan paginya, Kotoko melihat Naoki yang sudah siap untuk berangkat ke kampus.

“Kau sudah mau berangkat, Irie-kun?“ tanya Kotoko

“Aku ada penelitian“ jawab Naoki

“Aku akan cepat dan membuatkanmu sarapan.“ ucap Kotoko

“Tidak usah.“ jawab Naoki

“Tapi kau terlihat tidak sehat.“ lanjut Kotoko

“Aku pergi.“ ucap Naoki lalu berangkat

Kotoko pun kecewa dan bersedih karena belum bisa berbaikan dengan Naoki.

Ibu yang melihat mereka berdua menjadi sangat khawatir dan merencanakan untuk melakukan sesuatu.

JoinedPhotosnk

Ujian semester pun dimulai, baik untuk Kotoko maupun Naoki. Kotoko dengan percaya diri yakin dengan hasil ujiannya kali ini.

Tetiba, Funatsu datang menghampiri Marina di ruang kelas mereka dan berkata dengan yakin bahwa dia akan dapat mengalahkan Naoki dalam ujian kali ini.

Marina yang kaget dan panik datang menghampiri Naoki untuk memastikannya. Tentunya, Kotoko dan yang lain juga ikut bersama dengannya.

JoinedPhotos0o

Kotoko dan teman-temannya bersama dengan Funatsu menghampiri Naoki di ruang kelasnya.

Dan ternyata rencana ibu adalah menyelidiki apa yang terjadi pada Kotoko dan Naoki dengan melakukan penyamaran seperti biasa.

JoinedPhotosbhm

Setibanya mereka di ruang kelas Naoki, Marina langsung menanyakan bagimana ujian yang dilakukan Naoki.

“Ujian? Oh itu. Tidak bagus.” ucap Naoki

Tidak mungkin

Ini yang terburuk yang pernah aku lakukan. lanjut Naoki dengan wajah yang tidak bersemangat

Kotoko yang khawatirpun menghampiri Naoki.

“Apa itu benar, Irie-kun?

“Ya.“ jawab Naoki

JoinedPhotosbg

“Apa kau baik-baik saja? Atau kau demam?“ ucap Kotoko sambil memeriksa dahi Naoki

Keita yang melihat Naoki dengan pandangan tidak suka, dibalas oleh Naoki yang juga melihatnya dengan kesal.

“Lupakan. Aku baik-baik saja. Sampai jumpa.“ ucap Naoki sambil melepaskan tangan Kotoko lalu pergi meninggalkannya.

JoinedPhotos678

“Apa yang terjadi? Aku merasa ada sesuatu diantara kalian. Apa kalian bertengkar?“ tanya Moto-chan

“Tidak“ jawab Kotoko

“Hmm” lanjut Moto-chan yang curiga.

“Dia bertindak seperti tidak menyukaimu.“ ucap Moto-chan.

“TIdak mungkin! Dia hanya sedikit lelah.” ucap Kotoko.

“Sekarang Marina dengan Funatsu. Berarti musuhku banyak berkurang.“ lanjut Moto-chan lalu pergi

“Dia hanya lelah.“ teriak Kotoko.

JoinedPhotosvb

“Tenanglah. Tapi, apa ini sudah lama?“ tanya Keita.

“Hmm. Ini sudah sebulan sejak malam itu. Apa karena aku?“ lanjut Keita.

“Bukan. Ini tidak ada hubungannya dengan mu.” jawab Kotoko.

“Aku bilang jangan padamu untuk tidak mengatakan itu. Ini membuatku khawatir.“ ucap Keita

“Tapi, malam itu kau bercanda, kan?“ tanya Kotoko

“Aku tidak bercanda. Aku serius dengan yang ku katakan.“ jelas Keita

“Keita?” ucap Kotoko.

“Itu yang kurasakan. Kau tidak akan pernah bahagia dengan seseorang seperti dia. Bercerailah.“ ucap Keita lalu pergi meninggalkan Kotoko.

Ibu yang menguping pembicaraan mereka pun kaget dan panik. Tidak sengaja Jinko dan Satomi lewat mengenalinya. Ia pun bertanya mengenai Keita kepada mereka berdua.

Jinko dan Satomi dengan jujur menceritakan bahwa mereka juga merasakan kalau Keita menyukai Kotoko.

Ibu lalu berusaha menggali informasi tentang Keita dengan menanyakannya pada mehasiswa lain yang mengenalnya.

“Dia jantan, bersemangat, baik, jujur, serius, peduli dengan orang lain..” ucap salah seorang mahasiswa

“Terima kasih” ucap Ibu yang merasa lemas setelah mendengar hal itu.

JoinedPhotoscd copy

Tidak disengaja, ketika Ibu lemas berjalan, Keita datang menolongnya dengan ramah.

Dia sangat baik. Dibandingkan dengan pria baik seperti dia, kakak yang dingin tidak akan dapat kesempatan. Kotoko akan memilihnya daripada kakak. ucap Ibu panik.

Sore harinya, Naoki datang ke kantin yang sudah tutup. Namun, Kin-chan dan Chris spesial masak untuknya dan menemaninya makan.

Chris menceritakan pada Naoki kalau ia semakin dekat dengan Kin-chan.

“Kalian serasi.“ ucap Naoki

“Kau dan Kotoko juga baik-baik kan?“ tanya Chris

“Ku pikir.. Tidak untuk belakangan ini.” jawab Naoki.

“Apa maksudmu? Apa kau membuatnya menangis?“ tanya Kin-chan

“Bukan. Kurasa itu aku.” lanjut Naoki.

JoinedPhotosvf

“Kenapa? Apa kau sakit? Kau kan dokter!” tanya Kin-chan.

“Aku tidak sakit. Aku tidak bisa tidur dengan tenang.” jelas Naoki.

“Lalu apa? Ada masalah apa?“ tanya Kin-chan

“Aku bahkan tidak tau diriku sendiri. Kenapa aku bersikap seperti yang aku lakukan kepada Kotoko. Sejak Kamogari Keita berada di dekat Kotoko, Aku merasa sangat kesal setiap kali aku melihatnya.“ lanjut Naoki

Kin-chan yang mendengar cerita itu dari Naoki pun kaget dan mulai menertawainya.

“Kau benar-benar tidak mengerti?” ucap Kin-chan

“Apa?” tanya Naoki bingung.

“Apa kau idiot? Dan kau bilang kau jenis?” ujar Kin-chan

“Kau mengerti sesuatu yang tidak ku mengerti?” tanya Naoki

“Kau cemburu. Itu murni kecemburuan.“ jelas Kin-chan.

“Aku? Cemburu? Tidak mungkin. Aku bukan kau.” ujar Naoki.

JoinedPhotosbhy

“Bodoh. Aku beri tau. Dengarkan. Berkat kau, aku menjadi pengalaman menjadi 6 tahun menjadi pencemburu. Sebagai veteran, aku bisa memahaminya. Kamu cemburu pada Kotoko dan siapa tadi namanya ..” jelas Kin-chan.

“Bahkan orang jenius juga cemburu. Jadi katakan padaku siapa yang bermain-main dengan Kotoko. Dia perlu diberi pelajaran.” lanjut Kin-chan.

Naoki yang mendengar hal itu pun merasa kaget dan bingung.

JoinedPhotos78654

Musin panas kini mulai berganti dengan musim dingin. Tapi Naoki dan Kotoko masih belum melewati musim panas mereka.

Naoki yang berpapasan dengan Kotoko pun, tidak dapat saling menyapa satu sama lain bahkan ketika Kotoko berusaha untuk menyapanya.

“Irie-kun.” ucap Kotoko sambil tersenyum.

Tapi Naoki hanya diam dan berlalu melewati Kotoko.

JoinedPhotosbhyl

Hasil ujian pun keluar. Tidak seperti kepercayaan dirinya yang tinggi, Kotoko mendapat nilai yang rendah. Teman-temannya pun bahkan heran dengan nilainya. Termasuk Keita.

“Ini. Bagaimana kau bisa percaya diri dengan nilai ujian seperti itu?“ ucap Keita dengan wajah serius dan tidak melepaskan kertas nilai Kotoko.

“Kau pikir kau bisa menjadi perawat dengan nilai seperti itu?“ lanjut Keita sambil meneriaki Kotoko.

“Maaf… ucap Kotoko

“Aaahhh! teriak Keita lagi

“Aku takuut..“ ucap Kotoko yang berusaha menyelamatkan diri dari amukan Keita.

Hahaha selalu lucu deh tiap kali Keita marahin Kotoko.

JoinedPhotosbht

Kotoko, Jinko, dan Satomi pun berkumpul bersama. Kotoko menceritakan tentang hubungannya dengan Naoki yang belum membaik. Dan tiba-tiba Satomi merasa mual.

“Apa kau baik? Apa kau kebanyakan makan kue?“ tanya Kotoko

“Apa kau hamil?“ tanya Jinko

“Iya. Kurasa iya.“ ujar Satomi

“Apa?!“ teriak Jinko dan Kotoko kaget

“Aku sudah tes kehamilan.“

“Apa yang akan kau lakukan?“ tanya Kotoko panik

JoinedPhotos12 copy

“Apa Ryo tau?“ tanya Jinko

“Ya.“ jawab Satomi

“Apa yang dia katakan?“ lanjut Kotoko

“Ayo menikah. Dia ingin aku punya anak.” ucap Satomi

“Itu sudah biasa sekarang ini.“ ucap Jinko

Jinko dan Satomi pun ikut senang dan memberi selamat atas pernikahan dan kehamilan Satomi tersebut.

“Terima kasih.“ ucap Satomi

“Satomi akan menjadi ibu.“ ucap Kotoko bahagia.

“Kau harus cepat dan berbaikan dengan Naoki. Dan buat anak juga. Aku ingin kalian berdua datang ke pernikahan ku.” ucap Satomi

“Ya, kurasa ..“ ucap Kotoko yang masih sedikit pesimis.

JoinedPhotoscf

Sesampainya dirumah, Kotoko menceritakan tentang kebahagiaan Satomi tersebut kepada Ibu. Ibu turut senang mengetahui kabar itu.

“Pasti anaknya lucu seperti Satomi. Ibu harap kau dan kakak akan .. Ah hanya harapanku.” ucap Ibu lalu tidak melanjutkannya.

“Aku yakin ibu pasti sangat ingin cucu. Tapi kami bahkan tidak berciuman belakangan ini” keluh Kotoko dalam hati.

“Ibu yakin sesuatu yang baik akan terjadi pada kalian.” ucap Ibu kepada Kotoko

Malam itu, Kotoko mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara dengan Naoki.

“Irie-kun, bisa aku bicara denganmu?“ tanya Kotoko

“Apa?“ jawab Naoki

JoinedPhotosre

Kotoko lalu menceritakan tentang kehamilan dan rencana pernikahan Satomi.

Dia ingin kita hadir di pernikahannya.” ucap Kotoko.

“Ya.“ jawab Naoki yang bahkan tidak melihat ke Kotoko.

Lalu Kotoko menceritakan tentang dirinya yang sangat ingin mengenakan kimono.

“Aku tidak apa-apa menikah lagi dan lagi! Aku ingin pernikahan lainnya. Hanya bercanda.” ucap Kotoko pada Naoki.

“Itu saja?” ucap Naoki menanggapi Kotoko

“Ya.“ jawab Kotoko

Lalu Naoki kembali diam dan melanjutkan pekerjaannya.

“Maaf mengganggumu belajar.“ ujar Kotoko dan melangkah untuk keluar kamar dan telah membuka pintu.

Tapi Kotoko terdiam.

“Kotoko?” tanya Naoki yang heran

“Kau!“ teriak Kotoko sambil melempar semua barang kepada Naoki

“Ada apa denganmu? Kotoko! Hentika! Apa yang kau lakukan? ujar Naoki yang berusaha menghentikan Kotoko.

“Aku tidak bisa menahannya! Kau bahkan tidak melihatku! Kau tidak mempedulikan aku sama sekali! Kau tidak peduli apa yang ku lakukan! Keita bilang padaku dia mencintaiku. Dia menyuruhku meninggalkanmu. Kau tidak mencintaiku lagi, kan?” teriak Kotoko yang meluapkan seluruh isi hatinya kepada Naoki sambil menangis.

“Bukan begitu ..“ ujar Naoki

“Kau tidak pernah mencintaiku!“ teriak Kotoko lagi

“Tenanglah.“ sela Naoki

“Tidak! Kenapa .. Kenapa kau menikahiku? Akulah satu-satunya.. yang mencintaimu.” ucap Kotoko yang kemudian keluar dari kamar dan berlari pergi dari rumah.

Naoki hanya diam dan tidak melakukan apa-apa, bahkan untuk mengejar Kotoko.

JoinedPhotosnjhy

“Ada apa, Kotoko? Kau mau kemana?“ tanya Ibu yang berusaha mencegah Kotoko

Namun Kotoko tetap berlari pergi dari rumah.

Kotoko menangis sepanjang jalan.

“Aku selalu takut untuk menanyakannya. Tapi pertanyaan itu selalu di hatikum dan akhirnya aku mengatakannya. Aku sudah mengakhirinya sendiri. Apa kami sudah berakhir?“ ucap Kotoko dalam hati dan terus menangis.

JoinedPhotosbhykl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s