Challenging Innovation. Why not?

Inovasi sebagai inti proses bisnis dapat diartikan sebagai kegiatan umum yang berhubungan dengan kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada perusahaan. Tantangan dalam mengelola inovasi sebagai proses bisnis inti berkaitan dengan memperbaharui apa yang ditawarkan organisasi, cara-cara menciptakan dan memberikan penawaran tersebut. Terdapat beberapa hal pertimbangan yang mempengaruhi cara dalam mengelola inovasi, yaitu:

  1. Jenis Perusahaan/Organisasi
    Perusahaan sektor swasta bersaing untuk mendapat perhatian dari pasar dengan menawarkan hal-hal baru atau cara baru. Sedangkan organisasi sektor publik menggunakan inovasi untuk membantu mereka ‘bersaing’ melawan tantangan, misalnya untuk menyampaikan pentingnya kesehatan, pendidikan, hukum dan ketertiban, dll. Kesamaannya yaitu bagaimana mereka berinovasi pada proses untuk menciptakan konsep produk yang baru.
  2. Ukuran Organisasi
    Salah satu hal penting yang mempengaruhi cara mengelola inovasi adalah ukuran perusahaan/organisasi. Biasanya organisasi yang lebih kecil memiliki berbagai keuntungan, seperti kelincahan dan cepat membuat keputusan, namun memiliki keterbatasan pada sumber daya. Ini berarti bahwa manajemen pengembangan inovasi yang efektif akan tergantung pada penciptaan struktur dan perilaku dalam organisasi, misalnya menjaga tingkat informalitas yang tinggi untuk membangun visi bersama dan pengambilan keputusan yang cepat. Namun dimungkinkan untuk membangun hubungan jaringan untuk mengkompensasi keterbatasan sumber daya.
  3. Project-based organizations Bagi banyak perusahaan tantangannya adalah bergerak menuju organisasi berbasis proyek, baik untuk mewujudkan proyek tertentu atau untuk mengelola desain dan membangun suatu sistem produk. Hal ini terkait dengan inovasi dalam organisasi dan manajemen proyek.
  4. Jaringan dan sistem organisasi
    Hal ini dilihat dari adanya kerjasama berbagai organisasi dengan bentuk dan ukuran yang berbeda dalam suatu proses pengembangan produk atau aliansi strategi. Meskipun dinamika jaringan tersebut secara signifikan berbeda, tantangan proses inovasi yang mendasari tetap sama yaitu bagaimana membangun pandangan bersama sekitar ide pemicu dan kemudian merealisasikannya. Salah satu implikasi penting dari perspektif multiplayer ini adalah kebutuhan untuk mengubah cara kita berpikir bahwa inovasi tidak terjadi secara terpisah dan jika kita mengelolanya secara efektif kita perlu mengembangkan keterampilan dalam berfikir dan beroperasi.
  5. Variasi pada konteks nasional, regional, dan lokal
    Pada konteks inovasi yang lebih luas mengarahkan pada konsep sistem inovasi. Hal ini termasuk berbagai aktor, seperti pemerintah, keuangan, pendidikan, pasar tenaga kerja, ilmu pengetahuan dan teknologi infrastruktur, dll yang merupakan konteks dimana organisasi beroperasi melakukan proses inovasi, dan cara mereka terhubung. Dapat dilakukan secara lokal, regional dan nasional, dan cara-cara di mana mereka berkembang dan beroperasi.
  6. Do better/Do different
    Hal ini berkaitan dengan dimana inovasi terjadi. Inovasi dapat dilakukan dengan melakukan peningkatan efektifitas pada kegiatan rutin operasional perusahaan, yang disebut dengan “doing what we do but better”. Hal ini bertentangan dengan yang disebut dengan “doing different”, yaitu adanya inovasi akibat pergeseran aturan main (karena teknologi, pasar atau pergeseran politik) dan mengelola inovasi lebih kepada proses eksplorasi dan evolusi secara bersamaan dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi.

Source: Fontana, Avanti. 2011,2014. Innovate We Can! CIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s