Mengelola Sumber Daya Secara Strategis: Resource Based View (RBV)

Sumber daya yang spesifik dibutuhkan oleh industri kinerja berpengaruh dan dapat digunakan untuk melindungi keunggulan kompetitif. Selain itu, kemampuan perusahaan untuk mengelola portofolio sumber daya secara efektif mempengaruhi kinerjanya. Sumber daya dikelola secara strategis ketika penyebaran sumber daya tersebut memfasilitasi simultan dan integrasi penggunaan opportunity-seeking dan advantage-seeking behavior. Proses mengelola sumber daya dalam menciptakan kekayaan diasumsikan secara implisit dalam Resource Based View (RBV).

RBV digunakan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan perbedaan kinerja antara perusahaan secara terus-menerus. RBV juga sangat penting untuk framing dan spesifikasi Strategic Entrepreneurship (SE). Ada dua asumsi tentang RBV adalah resource heterogeneity dan resource immobility. Resource heterogeneity merupakan keberagaman sumber daya membuat para perusahaan yang berkompetisi dapat memiliki dan mengontrol kumpulan sumber daya yang berbeda. Sedangkan, resource immobility merupakan perbedaan dalam kumpulan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang terpisah dapat bertahan. Adapun karakteristik dari sumber daya yang harus dimiliki oleh suatu perushahaan untuk mencapai keunggulan dalam bersaing yang berkelanjutan, diantaranya adalah :

  • Rare (langka), berarti sumber daya tidak banyak dimiliki
  • Valuable (berharga), berarti sumber daya dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan
  • Imperfectly imitable, berarti sumber daya tidak mudah untuk ditiru oleh kompetitor.
  • Nonsubstitutable or nontransferable, berarti sumber daya sulit untuk digantikan karena tidak dapat dibeli di pasar faktor.

Ada tiga sumber daya penting yang berhubungan dengan strategic entrepreneurship, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Financial Capital
    Modal keuangan mencakup semua sumber daya moneter yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi. Untuk usaha kewirausahaan, sumber daya keuangan sering dicari dari modal ventura dan bahkan anggota keluarga. Kualitas human capital dan social capital mempengaruhi perolehan financial capital. Untuk usaha baru atau independen dari organisasi yang sedang berjalan harus mampu mencari financial capital. Hal ini terlihat dari human capital-nya yang memiliki keterampilan dalam mengejar peluang dan mengembangkan keunggulan kompetitif dalam rangka untuk menciptakan kekayaan.
  2. Human Capital
    Human capital didefinisikan sebagai kemampuan individu, pengetahuan, keterampilan, pengalaman serta kapasitas untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui pembelajaran individual. Sumber daya ini paling penting untuk usaha baru serta untuk organisasi besar yang ingin bertindak entrepreneurial dalam membangun atau mempertahankan keunggulan kompetitif.
    Human capital termasuk di dalamnya articulable and tacit knowledge yang relevan dengan opportunity-seeking and advantage-seeking behaviors. Articulable knowledge dapat diklasifikasikan sebagai pengetahuan tentang bahas formal dan pernyataan matematika, serta hal ini mudah ditransfer. Tacit knowledge diperoleh dengan latihan dan dipandai sebagai penentu kinerja suatu perusahaan. Tacit knowledge dibutuhkan dalam mengidentifikasi peluang entrepreneurial dan mengevaluasi potensinya.
    Selain itu, absorptive capacity merupakan kemampuan untuk belajar dan memecahkan masalah. Hal ini mempengaruhi tingkat dan jangkauan eksplorasi perusahaan dalam mengenali dan memanfaatkan peluang entrepreneurial. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan SE yang efektif.
  3. Social Capital
    Modal sosial adalah himpunan hubungan antara individu (internal), serta antara individu dan organisasi (eksternal) yang memfasilitasi tindakan. Modal sosial adalah kumpulan sumber daya dalam menciptakan nilai karena memiliki hubungan yang tahan lama total set nilai-menciptakan sumber daya yang timbul untuk perusahaan karena jaringan tahan lama hubungan pada intra- dan antar-perusahaan. Ini membantu perusahaan untuk mendapatkan akses, mengontrol terhadap sumber daya dan menyerap pengetahuan.
    Internal social capital merupakan sumber daya yang mencerminkan karakter hubungan sosial dalam organisasi, diwujudkan melalui tujuan yang kolektif dan kepercayaan bersama External social capital melibatkan hubungan antara orang-orang yang ada di dalam perusahaan dengan yang di luar untuk berinteraksi dengan mereka dalam memajukan kepentingan organisasi. Untuk membuat external social capital, maka hubungan yang dibangun harus memilikikepercayaan sehingga norma-norma timbal balik akan berkembang, sehingga dapat berfungsi sebagai sumber pengetahuan baru dan sebagai hasilnya berkaitan dengan daya serap potensial.

Source:
Fontana, Avanti. 2011,2014. Innovate We Can! CIS
Ireland, R.D., Hitt, M.A., Sirmon, D.G. 2003. A Model of Strategic Entrepreneurship: The Construct an its Dimension. Journal of Management, December 29(6), 963-989

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s